Seperti terkena tsunami, belutnya mati hampir tidak tersisa. Dari 200 kg bibit belut yg coba dibudidayakan tersisa hanya +/- 5 kg saja. Dimanakah letak kesalahannya sehingga bibit belutnya mati hingga mencapai 90% ?
Kemarin ada Pak Fajar (seorang praktisi,trainer dan pemilik baitul ilmi) tempat kami membeli bibit belut datang ke Jonggol untuk mengecek penyebab dari kematian belut-belut tersebut. Analisa awal beliau bahwa belut-belut yg mati disebabkan oleh tempat pemeliharaan kurang terlindung dari sinar matahari / kurang teduh.Harus diakui bahwa torn untuk tempat belut letaknya agak terbuka, kurang pepohonan dan torn-nya hanya di tutupi oleh dedaunan.
Selain itu waktu pengangkutan dari sentul sudah siang dan dengan bak terbuka ditambah lagi macet, sehingga kemungkinan stress tinggi.
Dari hasil analisa tentang kematiann belut yg begitu besar, dapat disimpulkan untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara :
1.Bibit belut saat pengiriman sebaiknya dilakukan bukan siang hari, kerena sifat belut yg hanya tahan pada temperatur 28°C.
2.Biarkan belut berada pada tempat awal selama maksimal 3 hari sebelum dipindahkan ke bak / torn. Saat memindahkan belut, air pada tempat awal di sisakan sedikit. Gunanya agar belut bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Selain suhu udara PH balance air juga harus diperhatikan. PH balance air untuk belut adalah 7.
3.Jika ada belut yg berlendir, secepatnya dipindahkan ke tempat lain dan air dalam bak / torn tersebut harus di ganti.
4.Bersihkan sisa pakan belut yg sudah mulai membusuk, karena dapat menyebabkan belut terserang penyakit.
Dan yg terpenting adalah adanya monitoring secara rutin untuk mengantisipasi kematian belut tersebut.
Tampilkan postingan dengan label belut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belut. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Januari 2010
Senin, 11 Januari 2010
09-01-2010 : Hari pertama belajar budidaya belut
Sekilas Budidaya Belut
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa atau lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.
Budidaya belut di indonesia mulai tahun 1997 ketika krisis moneter melanda negeri ini, masyarakat mulai banyak yang tertarik dengan budidaya belut karena beranggapan bahwa bisnis budidaya belut ini sangat menguntungkan, pada perkembangannya banyak bermunculan peternak belut yang lahir dari seminar dan pelatihan yang diadakan.
Tetapi kebanyakan para peternak belut banyak yang gagal. Dari masalah media, pakan, benih dan bahkan informasi cara-cara budidaya yang didapatnya itu menjadi faktor utama kegagalan tersebut.
Hingga saat ini pemain belut yang sukses masih bisa dihitung dengan jari mereka yang masih tetap eksis bertahan adalah sebagai petani pemijahan belut, supplier belut, pengepul dan pengrajin belut olahan.
Belajar hari I :
Saat melihat langsung cara budidaya belut ada beberapa hal yg harus disiapkan supaya budidaya ini dapat berjalan lancar.
Yang harus disiapkan adalah :
1.Pakan belut karena untuk mendapatkan pakan belut tak semudah seperti layaknya budidaya ikan mas atau lele karena pakannya dapat dibeli di toko-toko.
Contoh pakan belut : ikan cere,bekicot sawah dan cacing.
Siapkan kolam untuk membiakkan bekicot sawah dan ikan cere. Pakan untuk ikan cere dan bekicot dapat ditemukan dipasaran atau bisa membuatnya sendiri dari sisa sayuran.
2.Kolam untuk budidaya belut dapat berupa kolam permanen atau dari TORN (bak pelastik).
Waktu makan belut biasanya pada malam hari,yg dilakukan di Jonggol biasanya mulai jam 17.00 pakan untuk belut diletakkan pada kedebong pisang.
Jadi tidak sabar untuk belajar budidaya belut.
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa atau lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.
Budidaya belut di indonesia mulai tahun 1997 ketika krisis moneter melanda negeri ini, masyarakat mulai banyak yang tertarik dengan budidaya belut karena beranggapan bahwa bisnis budidaya belut ini sangat menguntungkan, pada perkembangannya banyak bermunculan peternak belut yang lahir dari seminar dan pelatihan yang diadakan.
Tetapi kebanyakan para peternak belut banyak yang gagal. Dari masalah media, pakan, benih dan bahkan informasi cara-cara budidaya yang didapatnya itu menjadi faktor utama kegagalan tersebut.
Hingga saat ini pemain belut yang sukses masih bisa dihitung dengan jari mereka yang masih tetap eksis bertahan adalah sebagai petani pemijahan belut, supplier belut, pengepul dan pengrajin belut olahan.
Belajar hari I :
Saat melihat langsung cara budidaya belut ada beberapa hal yg harus disiapkan supaya budidaya ini dapat berjalan lancar.
Yang harus disiapkan adalah :
1.Pakan belut karena untuk mendapatkan pakan belut tak semudah seperti layaknya budidaya ikan mas atau lele karena pakannya dapat dibeli di toko-toko.
Contoh pakan belut : ikan cere,bekicot sawah dan cacing.
Siapkan kolam untuk membiakkan bekicot sawah dan ikan cere. Pakan untuk ikan cere dan bekicot dapat ditemukan dipasaran atau bisa membuatnya sendiri dari sisa sayuran.
2.Kolam untuk budidaya belut dapat berupa kolam permanen atau dari TORN (bak pelastik).
Waktu makan belut biasanya pada malam hari,yg dilakukan di Jonggol biasanya mulai jam 17.00 pakan untuk belut diletakkan pada kedebong pisang.
Jadi tidak sabar untuk belajar budidaya belut.
Langganan:
Postingan (Atom)